Opini Satu Arah

14. October 2008 Catatan Ringan 7

Alkisah dalam suatu obrolan selepas makan siang beberapa karyawan di sebuah perusahaan biasa saja di Los Angeles. Salah seorang diantaranya bercerita mengenai job deskripsi kerjaannya yang menurutnya gak pernah ada waktu luang sekalipun untuk ngecek email ato ngeblog.

Maklum, meskipun perusahaan biasa saja, tetapi perusahaan tempat mereka bekerja itu memiliki banyak divisi yang kebanyakan jasa online. Maklum saja kalo karyawannya banyak yang (sok) sibuk dan gak punya waktu luang ngerjain hal-hal remeh selain job desc nya.

Kembali ke pokok bahasan semula. Karyawan yang berbicara pertamakali sejak awal itu mengatakan dan menyatakan kalau yang paling sibuk di perusahaannya adalah karyawan yang berada di divisinya.

Dia juga menunjuk bahwa salah seorang teman yang makan di depannya yang kebetulan berbeda divisi dengannya tidak memiliki kesibukan yang padat sepertinya. Tentu saja obrolan yang seharusnya ringan ini malah menimbulkan perdebatan diantara mereka.

Bisa saja sang teman itu membalas kalau dirinya sebenarnya memiliki kesibukan yang luar biasa meskipun masih bisa ngeblog ataupun brosing ke detik.com. Tetapi itu tidak dilakukannya. Kenapa?

Karena opini yang dimunculkan itu merupakan opini satu arah yang hanya bisa dilihat dari orang yang memunculkan opini tersebut. Kalau tiap opini dilihat dari berbagai arah tentu pastinya tiap orang memiliki resiko dan kesibukannya masing-masing atas pekerjaan mereka.

Selamat bekerja. Tak perlu resah atas sibuk atau tidaknya pekerjaan kalian karena pasti kalian juga akan mendapatkan hasil yang setimpal (baca : gaji) dari pekerjaan itu.

NB : Apabila ada kesamaan tokoh, lokasi, ataupun seting cerita itu merupakan kesengajaan sang penulis. Tak perlu marah, tak perlu tersinggung, karena ini demi kemajuan kita bersama.


7 thoughts on “Opini Satu Arah”

  • 1
    Danie on October 14, 2008 Reply

    Mmmmhh hayooo siapa nih.. ungkapan hati yah :D
    ckckckck
    perusahaan nya jauh amir! di kebrokan juga ada perusahaan jasa online :P

  • 2
    phery on October 14, 2008 Reply

    to Danie : iya, nie temen di LA. Pembahasannya menarik soalnya. :D

  • 3
    Rifqi on October 14, 2008 Reply

    Bener jg mas,
    yah namanya jg manusia

    Saat kita ingin mempekerjakan otak dan tangan manusia,
    emosi, kreatifitas,n napsu jg ikutan nimbrung.
    emang udah dikasih all in one ama yg diatas.

    Napsu emang doyan ama materi, bahkan maunya lagi, lagi dan lagi … (dah kaya\’ iklan gitu)
    tp emosi ama kreatifitas … (eeek ce cantik lewat, jd lupa… maaf).

    (lanjut …)
    Jadi inget petuah Alm. mbah saya, dlm bhs jawa, tp yg ini tak Indonesia ken.
    \"pikiran mempengaruhi pekerjaan, n pekerjaan mempengaruhi pikiran\"
    Kalo ada orang yg mengeluhkan pekerjaan mereka,
    mungkin ada yg salah dlm pekerjaan itu (masalah pekerjaan),
    ato itu hanya keluhan ga berdasar mereka (masalah pikiran).
    (krn berhubungan, its must be solved !)

    Kalo itu hanya keluhan ga berdasar mereka, mohon dimaafkan dan mohon bantuannya ..

    Pasti ga ada yg marah, n ga ada yg tersinggung, karena kita pengen maju bersama-sama. :)

    nb: maybe \’LA\’ is not wise word :) . You can use \’London\’, b\’cause Arsenal is there and there are Phangky, yes so Phangky! (ga nyambung kekekeke …). Nice post, n i hope this is good comment too (sorry, for my wrong words and bad english).

  • 4
    roeth on October 15, 2008 Reply

    LA tu Lenteng Agung ato Lamongan mas? Sapa si yang dijadiin topik?

  • 5
    phery on October 15, 2008 Reply

    to roeth : LA itu Lor Airport ruth. tepatnya paingan :D

  • 6
    phery on October 15, 2008 Reply

    to Rifqi : yoi rif, demi kemajuan bersama. Moga2 yang di LA pada ngeliat koment mu :D

  • 7
    heri on November 16, 2008 Reply

    emangnya ada opini 2 arah? bukannya yg namanya opini itu adalah pendapat seseorang.. yg sudah pasti 1 arah dong :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *