Perjalanan Cinta Takkan Goyah Oleh Apapun

15. October 2014 Catatan Ringan 0

Saat itu menjelang maghrib di pertengahan Oktober tahun 1997, “Pulang naik apa? Gak dijemputkah? Ayo bonceng aku aja, bis juga udah gak ada nih (translate dari bahasa Jawa).”

10 tahun berselang sekitar jam 8 pagi di hari Senin, 15 Oktober 2007, “Saya terima nikahnya…….. SAH!”

Tak terasa obrolan yang berawal dari tawaran iseng berubah menjadi sesuatu yang serius, pernikahan. Setelah hampir 10 tahun lamanya melakukan “ta’aruf” akhirnya dua insan ini memutuskan untuk menjalin hubungan yang jauh lebih serius dalam urusan rumahtangga. Mungkin dua orang ini takut disetelin lagunya Crossbottom yang berjudul 9 Tahun.

Hari ini adalah tepat 7 tahun usia pernikahan mereka. Dua anak lelaki yang sangat sehat adalah bukti bahwa mereka terus berusaha memberikan rasa bahagia untuk keluarga kecilnya. Kerikil-kerikil kecil tak jarang menghadang perjalanan mereka. Itu biasa terjadi di dalam rumahtangga, kata para orangtua yang lebih berpengalaman di sini. Yang luar biasa adalah bagaimana caranya menjadikan kerikil-kerikil itu sebagai sahabat di perjalanan, bukan musuh.

Tujuh tahun itu tidak terasa apabila dilalui dengan rasa senang dan bahagia. Kebahagiaan bukanlah diukur dari besarnya uang yang diterima, tetapi dari keikhlasan menjalani hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun. Dan, 7 tahun itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan puluhan tahun yang sudah dilalui para orangtua mereka.

Mengutip lirik lagu Seperti Legenda miliknya duet Armand Maulana dan Dewi Gita, “Kau dan aku percaya kekuatan cinta takkan goyah oleh apapun” kedua orang ini juga percaya bahwa kekuatan cinta memang dahsyat. Memang belum sampai ke tahap Armand-Dewi sih. Tapi setidaknya jalan menuju ke arah itu sedang mereka rintis, dengan kekuatan cinta.

Semoga bisa menjadi seperti legenda…..


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *