Terimakasih Rangga

13. May 2016 Catatan Ringan 0
Terimakasih Rangga

Akhirnya kemarin malam baru kesampaian menonton film yang sudah ditunggu-tunggu kedatangannya lebih dari 168 purnama oleh anak-anak 90an, Ada Apa Dengan Cinta 2. Kepastian cinta dari Rangga yang masih menggantung pun juga ditunggu oleh saya yang juga (gak mungkin bisa) menunggu kepastian selonya hati Cinta.

Kalau dilihat alur ceritanya sih sudah bisa ditebak, Cinta akhirnya bisa bertemu dengan Rangga kembali dan mereka memastikan diri untuk bersatu dan menjalankan peribahasa Jawa “theklek kecemplung kalen, tinimbang golek aluwung balen” (sandal jatuh di got, daripada cari mending balikan).

Sebenarnya bukan kisah cinta mereka yang pengen saya posting di sini, tetapi adalah gaya Rangga yang sudah lama ditinggalkan sebagai style cowok gombal yang puitis. Iya, gaya Rangga yang 90an itu nampaknya sudah sangat jarang saya lihat di kalangan anak-anak muda jaman sekarang.

Rangga yang cool, cuek, dan penuh perhitungan dianggap sebagian besar cewek sebagai style cowok yang misterius dan ‘nakal’. Tipe yang kayak gini tuh yang paling dicari oleh cewek-cewek yang suka dengan tantangan dan kebebasan. Rangga sepertinya cuek, tapi ternyata dia bisa bikin puisi yang sangat romantis ke Cinta. Gimana gak bikin Cinta klepek-klepek sampai ninggalin calon suaminya? Belum lagi spontanitasnya dia yang gak pernah diduga sama Cinta. Duh, bikin baper cewek-cewek yang nonton film ini pasti.

Dulu waktu saya masih sekolah cowok semacam Rangga ini banyak banget. Cowok yang paling pintar bikin puisi lah yang bakal paling cepat dapat cewek. Bikin puisi, trus kertasnya diselipin di meja kelas si cewek. Wuih, penuh tantangan dan misterius. Si cewek biasanya jadi tersipu malu. Persis seperti Cinta saat membaca puisi dari Rangga.

Jadi, cowok-cowok era social media sekarang ini harusnya berterimakasih dengan Rangga dan AADC 2 nya. Kehadiran Rangga adalah jalan untuk menjadikan seorang cowok kepada habitatnya, cuek tapi diam-diam menghanyutkan. Rangga adalah wujud kebangkitan bangsa. Itulah mengapa ada yang menyebut bahwa Cinta adalah harapan bangsa Indonesia. Ya, karena Cinta seorang cewek yang konsisten mempertahankan cintanya kepada Rangga.

Terimakasih Rangga. Semoga masa depan bangsa Indonesia lebih baik lagi dari sekarang.

 

PS: Sebenarnya kasihan juga sama Trian :|


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *