PERSAINGAN

04. February 2007 Sekilas Info 0

Muara Tebo, 4 Februari 2007 jam 22:17

Persaingan antar teman, ya…persaingan kerap muncul dalam suatu pertemanan sejauh apapun itu hubungan mereka. Timbulnya benih-benih persaingan seringkali disebabkan rasa tidak puas terhadap diri sendiri saat merasa terdesak adanya pihak lain, dalam hal ini teman sendiri, yang prestasinya mampu menyamai atau bahkan malah lebih baik darinya. Hingga akhirnya persahabatan menjadi ternoda akibat dikotori perasaan rivalitas dari masing-masing. Anehnya, persaingan itu terjadi pada sekelompok sahabat yang merasa senasib sepenanggungan, dulunya sih dan merasa sebagai saudara sendiri. Hal itu kerap sekali terjadi pada kehidupan nyata ini dan bukan hanya ada di sinetron yang diputar di televisi.

Salah satu contoh, sebut saja di B, yang dengan koneksi dari pamannya mendapatkan pekerjaan sebagai junior auditor disebuah kantor Akuntan Publik, meskipun dia belum lulus, kontan saja hal itu membuat dua temennya, sebut saja T dan F yang kala itu belum juga lulus jadi kebakaran jenggot. Mereka menganggap bahwa si B sudah melupakan mereka dan tidak mau berteman lagi. Padahal itu sebenernya wujud dari rasa jengkel terhadap diri sendiri kenapa tidak bisa seperti temennya itu yang walaupun sama-sama masih kuliah tetapi sudah mampu mengisi dompetnya dengan hasil keringatnya sendiri. Perasaan-perasaan seperti itulah yang kadang memunculkan rasa curiga dan tidak percaya sehingga terbakarlah jiwa-jiwa persaingan diantara mereka.

Ada satu lagi cerita seorang temen kuliah dulu di Jogja. Mendengar kabar ada temennya berniat ingin meminang gadis pujaannyapada akhir tahun 2007 ini, sebut saja A, tidak mau mengalah begitu saja. Dia bahkan akan merencanakan menikah juga. Hebatnya dia pengen digelar sebulan lebih awal dari sang temennya itu. Bahkan tidak tanggung-tanggung lagi, si A bertekad acara hingga gedung yang akan digunakan sebagai saksi bisu pernikahannya harus lebih bagus dari tempat temennya, sebut saja si W, yang juga merupakan mantan temen kuliahnya dulu sekaligus sebagai rekan kerja di perusahaab dimana dia mengadu nasib sekarang ini.

Sungguh menjadi suatu pemandangan yang tidak sedap dipandang mengingat mereka ini merupakan sahabat karib yang sama-sama menimba ilmu di kelas dan kampus yang sama. Suatu keadaan dimana pertemanan yang membutuhkan proses adaptasi yang relatif lama kembali dihapuskan lantaran muncul benih-benih persaingan. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kenyataan ini sudah sangat sering terjadi di sekeliling kita, atau bahkan kita sendiri juga terkadang pernah mengalami masalah seperti ini.

Sedalam apapun persaingan itu, tidak akan menjadi soal yang berlebihan apabila kita menyingkapi secara dewasa dan tidak melebar hingga meletupkan rasa permusuhan yang mendalam. Sebaliknya, persaingan yang ditanggapi dengan positif dapat membuat seseorang lebih bisa berkembang dan bisa lebih mengetahui keurangannya sendiri.