Liga Primer Indonesia, Warna Baru Sepakbola Indonesia

04. January 2011 Total Football 0

Liga Primer Indonesia atau biasa disingkat LPI, tentu sudah banyak dari kita yang mendengar nama ini. Kompetisi baru yang digadang-gadang sebagai liga yang profesional dan bersih ini bakal menjadi warna baru sepakbola Indonesia.

Sesuai jadwal, liga ini bakal dimulai pada 8 Januari 2011 di Stadion Manahan Solo yang mempertemukan tuan rumah Solo FC menghadapi Persema Malang. Sebelumnya, Persema merupakan salah satu klub anggota Indonesia Super League (ISL), kompetisi resmi yang diakui oleh PSSI.

Meskipun dianggap sebagai kompetisi yang ilegal dan tidak diakui oleh PSSI, namun banyak pihak yang menaruh harapan bakal terwujudnya kompetisi sepakbola Indonesia yang bersih dan lebih baik dari LPI.

Kompetisi tandingan ini lumayan membikin PSSI murka, dan terutama khawatir. Bisa jadi PSSI khawatir apabila animo masyarakat bakal tersedot ke LPI, dan bukan ISL atau kompetisi lainnya yang resmi digelar oleh PSSI.

Wajar saja, karena LPI memang memberikan konsep yang menarik bagi klub, yaitu membentuk manajemen klub dan kompetisi yang ideal dan profesional.

Walapun ada berbagai ancaman dari PSSI tidak menyurutkan niat klub-klub untuk berkompetisi di LPI. Terbukti, ada tiga klub yang “berkhianat” dari kompetisi resmi PSSI dengan bergabung ke LPI, seperti Persebaya Surabaya, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro.

Menurut kabar yang beredar, Bontang FC dan Persela Lamongan bakal menyusul keluar dari ISL. Kemungkinan menunggu hasil dari manager meeting ISL hari ini.

Sebagai fans PSS Sleman, saya mendukung sekali apabila PSS berani bergabung ke LPI dan menjadi sebuah klub yang profesional.

Sebenarnya, PSS Sleman ada kesempatan untuk bergabung di LPI setelah berapa waktu lalu tim kebanggaan kita ini mendapatkan undangan dari LPI untuk bergabung. Tetapi entah alasan apa yang dikemukakan, PSS tetap pada pendirian untuk mengikuti kompetisi Divisi Utama PSSI.

Padahal, untuk menjadi klub yang profesional dan mandiri, kompetisi LPI sangat ideal bagi PSS, apalagi klub ini memiliki suporter yang fanatik dan banyak. Seperti yang kita tahu, setiap tahunnya PSS selalu mengemis dari dana APBD yang berarti juga membebani uang rakyat. Padahal prestasi klub kita ini setiap tahunnya juga biasa-biasa saja dan tidak memiliki target yang tinggi.

Apa boleh buat. Saat ini saya hanya bisa mencermati dan mengikuti kompetisi Divisi Utama yang diikuti oleh PSS serta kompetisi LPI sebagai warna baru kompetisi sepakbola di Indonesia. Masih pantaskah PSS berlaga di kompetisi dengan kendaraan plat merah atau terjun di kompetisi yang profesional dan bersih.

Demi kemajuan sepakbola Indonesia. Masih ada harapan cerah bagi sepakbola Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *